Sunday, November 24, 2013

Kartu Kredit Mengular

Kemaren sore sehabis belanja kebutuhan bisnis, langsung ke Swalayan di Srondol setelah sebelumnya menitipkan kantong belanjaan ditempat konco-nya hubby. Sudah beberapa hari Adit ga keluar atau jalan - jalan, selain hujan yang turun terutama di sore hari, hubby juga tengah sibuk dengan kerjaan jadi rencananya mumpung aku belanja, Adit bisa bersenang-senang di lantai atas.

Walau saat ini bukan tanggal muda (versi-ku) tapi swalan ini rame sekali, waktu sampai di rak tisu SPG yang melihat aku celingukan langsung menghampiri. Lalu mempromosikan tisu yang dipegang  "ini cuma 17.000-an bu dari sebelumnya 23.000, kalau pakai kartu kredit" hmmm kartu kredit ada sih dan saat bersamaan ingat status teman di fb kalau ini tanggalnya kartu kredit pemerintah hehehhe. "Kartu kredit apa mba, bisa semua atau tertentu". Mba SPG tidak langsung menjawab sengaja mengalihkan kehal lain, kebetulan juga ada seorang SPG (ga tau brand apa) yang berjalan dibelakang dia trus sengaja menjatuh kan beberapa tisu yang ada dirak. Aku kembali menanyakan jenis kartu kredit yang berlaku, saat disebutkan dari Bank tertentu langsung aku jawab "waduh saya ga punya kartu kredit itu, makasih ya mba" sambil jalan meninggalkannya, sekilas terdengar dia minta maaf mungkin merasa aku tidak jadi membeli karena sikap temannya tadi.

Sempat mampir ke rak keju yang tengah promo dimana-mana, karena ingat dirumah stok hampir habis padahal pengen membuat pastel keju, tapi apa daya semua kejunya sudah habis(dirak), sedangkan keju kelas brand lain yang biasa aku pake harus beli 2 box, ntar dulu deh tanggal segini bisa bikin makin cekak aja. Rasanya semua kebutuhan plus cemilan sudah lengkap termasuk pinggan tahan panas yang selama ini aku cari sudah ada dikeranjang, Adit yang mulai terlihat ngantukpun sudah datang menyusul, waktunya ke kasir.

Dari Kasir 1 sampai ke 18 antrian panjang mengular dan semua pakai troli  dengan isi yang rata-rata full. Aku melangkah terus sampai kepaling pojok, disana 'rombongan' keranjang berbaris mengantri. Aku ikutan berdiri dibarisan berikutnya, tidak terlalu mengular seperti troli disebelah . Saat lagi berdiri menunggu, SPG yang berdiri disamping negur "maaf bu mau ngasih tau, dikasir ekspress biasanya belanjaan yang dihitung sampai 5 item. Dari pada nanti barang-barang belanjaan ibu terpaksa ditinggal lebih baik antri di kasir 17 atau 18 saja" hah...! pegimana pula ini, masa dah capek-capek ngantri nanti ga bisa dibawa semua. Sempat bimbang juga antara mau terus bertahan atau pindah kekasir sebelah yang artinya ngantri lebih lama.

Akhirnya aku memutuskan batal belanja, keranjang yang full itu aku tinggal dipinggiran rak. Rupanya bukan aku saja yang batal belanja, sekitar rak tersebut sudah banyak keranjang-keranjang tak bertuan. Aku langsung menyusul Adit dan Hubby dan menjelaskan ke suami kenapa tidak jadi belanja secara ringkas. Lagi-lagi hari ini berada ditempat dan waktu yang salah, memang bukan masalah SPG tapi para pemilik kartu kredit yang tengah berpesta.

1 comment:

  1. wah iya bener...di ada kalo pas tanggal muda gt banyak keranjang penuh dibiarin gt aja...ga tahan antri kali ya mak...hehehe

    ReplyDelete